Primadonabayan's Blog

primadonabayan merupakan blog berita khususnya seputar Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tengga Barat dari Radio Primadona FM

Pembangunan Posyandu Sudah Rampung

Lombok Utara,
Pembangunan lima buah posyandu yang didanai Program NasionanPemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, sudah rampung.
“Saat ini ke lima buah bangunan posyandu di Desa Bayan rata-rata sudah mencapai 90 persen yang Insya Allah pada pertengahan bulan juli ini sudah rampung semuanya”, ungkap R. Sugeti, S.Sos, Kepala Desa Bayan, ketika ditemui di ruang kerjanya (1/7) kemarin.

Menurutnya, pembangunan posyandu ini, selain mendapat pengawasan dari masyarakat, juga dikontrol langsung oleh pemerintah desa setempat. Ini dilakukan agar pembangunan yang ditujukan untuk masyarakat ini betul-betul dilaksanakan dengan baik.

“Kami tidak ingin ada persoalan setelah pembangunannya selesai, jadi perlu mendapat pengawasan dari semua pihak, dan bila ditemukan kejanggalan atau bahan bangunan yang digunakan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, silahkan saja sampaikan ke desa, dan pasti kami akan tindak lanjuti”, tegasnya.

Sementara ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PNPM Desa Bayan, Sabardi mengatakan, dalam melaksanakan program pembangunan yang didanai PNPM, pihaknya terus menjalin kerjasama dengan semua lembaga yang ada di desa termasuk dengan pemerintahan desa dan warga masyarakat setempat.

“Kalau kerjasama ini terjalin dengan baik, tentu segala persoalan atau kendala di tingkat bawah kita bisa selesaikan dengan baik”, pungkasnya.

Juli 2, 2010 Posted by | Lintas Desa | Tinggalkan komentar

Mamfaat ASI Bagi Bayi

MATARAM – Harus disadari pengetahuan masyarakat, khususnya kalangan ibu-ibu tentang manfaat Air Susu Ibu (ASI) masih minim. Padahal, manfaat ASI bagi pertumbuhan dan kesehatan bayi ke depan, terutama bagi bayi yang baru dilahirkan sangat besar. Selain bisa menghindari bayi dari berbagai macam jenis penyakit, juga mengurangi angka kematian bayi.

Demikian disampaikan Konselor ASI Internasional, dr. Utami Rusli, SPA, usai mengisi acara di Hari Ibu ke 81 di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dari data yang ada di seluruh Indonesia, sebagian besar bayi-bayi yang baru dilahirkan jarang diberikan ASI eksklusif oleh ibunya. Bayi-bayi yang baru dilahirkan tersebut, katanya, justru diberikan susu formula yang dinilai tidak begitu baik bagi kesehatan bayi.

Paling tidak, ujarnya, begitu bayi baru dilahirkan harus diberikan ASI eksklusif oleh ibunya. Cara yang paling tepat dalam memberikan ASI eksklusif, dengan Inisisasi Menyusui Dini (IMD). ‘’Caranya, bayi yang baru dilahirkan diletakkan di dada ibunya. Nanti si bayi yang mencari sendiri puting susu ibunya. Cara ini sangat efektif, khususnya dalam menurunkan kematian bayi,’’ ungkapnya.

Namun, cara seperti ini jarang sekali dilakukan di Indonesia. Tak heran, angka kematian bayi di Indonesia dianggap masih cukup tinggi. Dari data World Health Organization (WHO) tahun 2005 di Indonesia, dari 1.000 angka kelahiran hidup sebanyak 46 bayi meninggal. Banyaknya bayi yang meninggal ini, disebabkan bayi tidak diberikan ASI eksklusif oleh orang tuanya. ‘’Jika diberikan ASI eksklusif, khususnya selama 6 bulan, maka akan bisa menurunkan kematian bayi sebanyak 16 persen,’’ paparnya.

Untuk itu, harapnya, peranan orang tua, khususnya suami dalam memberikan ASI eksklusif sangat besar. Apalagi, pemberian ASI langsung dari ibunya sudah ada dalam Al Quran, sehingga umat Islam harus memberikan ASI eksklusif bagi bayinya, agar bisa tumbuh dengan baik. Belum lagi dengan ASI, IQ bisa meningkat, bayi juga terhindar dari penyakit kanker atau penyakit berbahaya lainnya. (ham)

Desember 25, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Budayawam dan Tokoh Adat Minta Rumah Dinas Bupati Digusur

Sumbawa Besar (Primadona Bayan)
Budayawan dan tokoh adat Samawa meminta Istana Sultan Kaharuddin III (kini Wisma Daerah) dikembalikan ke bentuk aslinya, dan menjaga kemurniannya dengan menggusur bangunan non cagar budaya di kompleks istana itu termasuk rumah dinas Bupati Sumbawa. “Tanah di Sumbawa ini masih luas. Masih cukup untuk membangun rumah dinas bupati,” papar Drs H Gani Slim pada musyakara Lembaga Adat Tana Samawa, kemarin.
Hal yang sama sambung Gani Slim pada Istana Tua Dalam Loka yang kini kondisinya sudah terkontaminasi oleh bangunan non cagar budaya. “Istana Dalam Loka dan Istana Sultan Kaharuddin III merupakan istana yang dapat dijadikan sumber belajar generasi penerus selain menjadi obyek wisata dan budaya,” kata Gani Slim.
Karenanya untuk mensterilkan istana Dalam Loka tersebut, Gani menyarankan agar bangunan non cagar budaya di kompleks istana tersebut dibebaskan dengan melakukan pendekatan kepada pemiliknya melalui pemberian kompesasi yang disepakati kedua pihak.
Lembaga Adat kata Gani Slim dapat menjadi mediator pembebasan bangunan tersebut.
sementara itu, putri kesultanan Sumbawa, Hj Daeng Indo Rahayu mengatakan, Istana Tua dan Istana Sultan Kaharuddin III sudah banyak mengalami perubahan. Ini terjadi katanya, karena pemugaran maupun renovasinya tanpa mengikutsertakan atau paling tidak berkoordinasi dengan pewaris istana. “Terus terang, kami tidak pernah ikutsertakan dalam renovasi Istana Tua. Begitu juga dengan Wisma Daerah (Istana Sultan Kaharuddin III),” ungkap Daeng Indo.

Desember 25, 2009 Posted by | Budaya Dan Sejarah | Tinggalkan komentar

Isi Email Prita Mulyasari

Prita Dituntut Denda Ratusan Juta Rupiah

Prita Mulyasari, demikianlah nama seorang ibu rumah tangga yang pernah dipenjara dan sekarang dituntut mengeluarkan denda sampai 240 juta rupiah. Ini terjadi karena Prita (panggilan akrabnya-red) telah mengirimkan email yang ujung-ujungnya dianggap sebagai pencemaran nama baik oleh Rumah Sakit bertarap Internasional (OMNI). Tuntutan denda ini sekarang sedang hangat-hangatnya dibicarakan oleh berbagai media, baik elektronik seperti TV, radio, internet maupun media cetak. Tidak tanggung-tanggung para simpatisan kasus ini mengumpulkan koin untuk membantu Prita. Apa sih isi email dari Prita sehingga sampai dituntut ratusan juta rupiah?

Berikut isi email Prita Mulyasari yang didapat dari http://www.mail-archive.com/parentsguide@yahoogroups.com/msg09863.html

From: prita mulyasari [mailto:prita. mulyasari@ yahoo.com]
Sent: Friday, August 15, 2008 3:51 PM
To:
Subject: Penipuan OMNI Iternational Hospital Alam Sutera Tangerang

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya, terutama
anak-anak, lansia dan bayi.
Bila anda berobat, berhati-hatilah dengan kemewahan RS dan title International
karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba
pasien, penjualan obat dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS International seperti ini tapi saya mengalami
kejadian ini di RS Omni International.

Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB, saya dengan kondisi panas tinggi
dan pusing kepala, datang ke RS. OMNI Intl dengan percaya bahwa RS tersebut
berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan
manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39
derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah
thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000, saya
diinformasikan dan ditangani oleh dr. Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib
rawat inap. Dr. Indah melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya
yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000. Dr.
Indah menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan tapi saya
meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu
referensi dr. Indah adalah dr. Henky. Dr. Henky memeriksa kondisi saya dan
saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam
berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau ijin
pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi,
dr.Henky visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam
bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?), saya kaget tapi
dr. Henky terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan
berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa ijin pasien atau
keluarga pasien. Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap
masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat
kuatir karena dirumah saya memiliki 2 anak yang masih batita jadi saya lebih
memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan
saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik
tidak ada keterangan apapun dari suster perawat, dan setiap saya meminta
keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, lebih terkesan suster
hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu box
lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak, saya minta dihentikan infus dan suntikan dan
minta ketemu dengan dr. Henky namun dokter tidak datang sampai saya dipindahkan
ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan
datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa, setelah dicek
dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr. Henky saja.

Esoknya dr. Henky datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk
memberikan obat berupa suntikan lagi, saya tanyakan ke dokter tersebut saya
sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan
berarti bukan kena demam berdarah tapi dr. Henky tetap menjelaskan bahwa demam
berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan
kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak
napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya
berkata menunggu dr. Henky saja. Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus
padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya.
Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan
suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr. Henky untuk ketemu dengan kami namun
janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak
saya menuntut penjelasan dr. Henky mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab
awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam
riwayat hidup saya belum pernah terjadi.
Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri saya.

Dr, Henky tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan, dokter tersebut malah
mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan
menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya
dan meminta dr. Henky bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang
pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. Dr. Henky menyalahkan
bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai
membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat namun saya tetap tidak mau
dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi saya membutuhkan data
medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis
yang fiktif.

Dalam catatan medis, diberikan keterangan bahwa BAB saya lancar padahal itu
kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow upnya
samasekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang
181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan
bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000,
kepala lab saat itu adalah dr. Mimi dan setelah saya complaint dan marah-marah,
dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di
Manajemen Omni maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang
memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan complaint tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Ogi
(customer service coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima
tersebut hanya ditulis saran bukan complaint, saya benar-benar dipermainkan
oleh Manajemen Omni dengan staff Ogi yang tidak ada service nya sama sekali ke
customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima
pengajuan complaint tertulis.

Dalam kondisi sakit, saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen, atas nama Ogi
(customer service coordinator) dan dr. Grace (customer service manager) dan
diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan
saya.
Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari
lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000 makanya
saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya
masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr. Grace yang katanya adalah penanggung jawab masalah complaint saya
ini tidak profesional samasekali. Tidak menanggapi complaint dengan baik, dia
mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr. Mimi
informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen dan dr.
Henky namun tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas
(Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya
dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular, menurut analisa
ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena
sudah membengkak, kalau kena orang dewasa yang ke laki-laki bisa terjadi
impoten dan perempuan ke pankreas dan kista. Saya lemas mendengarnya dan
benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa
sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis
tinggi sehingga mengalami sesak napas.
Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya
tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagiih surat hasil lab 27.000 tersebut
namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan
waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu
kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni
memberikan surat tersebut. Saya telepon dr. Grace sebagai penanggung jawab
compaint dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya
namun sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang
kerumah saya. Kembali saya telepon dr. Grace dan dia mengatakan bahwa sudah
dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah, ini benar-benar kebohongan RS
yang keterlaluan sekali, dirumah saya tidak ada nama Rukiah, saya minta
disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan
waktu yang lama. Logikanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat
tertujunya kemana kan ? makanya saya sebut
Manajemen Omni PEMBOHONG BESAR semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang
mempermainkan nyawa orang.
Terutama dr. Grace dan Ogi, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan
customer, tidak sesuai dengan standard International yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr. Grace, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut
dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan
pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami, pihak manajemen hanya
menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai
kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan
diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari
sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? karena saya ingin tahu
bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni
mendapatkan pasien rawat inap. Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan
janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah FIKTIF dan yang
sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak
napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani
dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan, mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan
asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal
mungkin tapi RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Ogi menyarankan saya bertemiu dengan direktur operasional RS Omni (dr. Bina)
namun saya dan suami saya terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka
dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput
atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan
apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup
untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing,
benar…. tapi apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dpercaya
untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan, semoga Allah
memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan
kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu
saat juga sakit dan membutuhkan medis, mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang
saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau
dokter atau Manajemen RS Omni, tolong sampaikan ke dr. Grace, dr. Henky, dr.
Mimi dan Ogi bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi
perusahaan Anda.

Saya informasikan juga dr. Henky praktek di RSCM juga, saya tidak mengatakan
RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

salam,

Prita Mulyasari

Desember 8, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kearifan Tradisional diKaki Rinjani

BAYAN-LOMBOK UTARA: Berkunjung ke Pulau Seribu Masjid rasanya kurang lengkap jika hanya melakukan pendakian ke Gunung Rinjani atau ke pantai-pantai terkenal di pulau Lombok yang belakangan disebut juga Pulau Sejuta sapi. Karena di Pulau inilah akan dikembangkan sejuta sapi oleh Gubernur provinsi Nusa Tenggara Barat, KH. Zainul Majdi MA. Orang Sasak asli, demikianlah sebutan suku di Pulau Lombok, yang masih kuat memegang kearifan adat tradisional bermukim di Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara atau serng di sebut dengan masyarakat Dayan Gunung.

Kecamatan Bayan yang terletak di hamparan kaki Rinjani memiliki luas wilayah 356,75 km2 dengan jumlah penduduk 42.741 jiwa berjarak 80 Km (3 jam) dari Mataram, ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Kecamatan Bayan terdapat sebuah wilayah yang dikenal dengan sebuatan “Bayan Beleq” (Bayan adalah bahasa Arab yang berarti penjelasan atau penerangan, sedangkan Belek-bahasa Sasak, artinya besar). Bayan oleh banyak kalangan menyebut sebagai tempat dan pertama penyebaran agama Islam dan termasuk salah satu nama kerajaan yang tertua di Pulau Lombok. Hal ini dibuktikan dengan masih utuhnya cagar budaya Masjid Kuno Bayan.

Masjid Kuno Bayan memiliki nilai historis yang sangat tinggi sebagai bukti awal berkembangnya agama Islam di Pulau Lombok. Untuk masuk kedalam masjid tersebut kita juga tidak dapat sembarang berpakaian, harus menggunakan pakaian adat berupa sarung putih dan kemeja putih. Masjid yang dindingnya terdiri dari anyaman bambu dan sama sekali tidak menggunakan paku ini dibangun pada abad 17. Masjid Kuno Wetu Telu mempunyai kompleks pemakaman leluhur yang dikeramatkan.

Makam-makam tersebut dinaungi rumah bambu dan beratap jerami (sirap) layaknya rumah adat. Salah satu leluhur yang dimakamkan di Masjid kuno ini adalah Lebai Antasalam yaitu salah satu penyebar agama Islam pertama di Pulau Lombok. Konon Lebai Antasalam lenyap secara misterius ketika melakukan sholat di masjid Kuno sehingga tempat ia lenyap ditandai dengan sebuah batu.

Kearifan tradisinal budaya Wetu Telu mengatur kehidupan komunitas dalam bertindak tanduk. Mereka mempercayai bahwa dalam hidup manusia bersiklus melalui dilahirkan, beranak pinak lalu mati. Siklus tersebut harus ditandai dengan proses ritual dalam mencapai status yang lebih tinggi untuk menghindarkan individu dari gangguan-gangguan dalam hidup.

Memasuki wilayah Bayan Beleq yang terdiri dari dusun Bayan Timur, Bayan Barat, Karang Salah dan Karang Bajo sangat menarik. Khususnya di dusun Karang Bajo, sebagian besar penduduknya tinggal dirumah adat Sasak yang berdinding bambu, tanpa ventilasi jendela dan pintu hanya setinggi 1 meter. Umumnya di tiap rumah memiliki sebuah Berugak yaitu bangunan setinggi 0,5 meter dari permukaan tanah beratap rumbai dan disangga dengan enam (sakanem) atau empat (sakepat) tonggak. Berugak ini berfungsi untuk menerima tamu, atau upacara tertentu. Kami mengunjungi rumah Kepala Desa Bayan yang berugaknya sudah modern, memakai atap seng. Yang menarik semua berugak di Bayan menghadap kearah yang sama yaitu arah selatan, setelah kami gali ternyata orang Sasak percaya bahwa angin yang bertiup di Lombok sering datang dari arah Selatan.

Penganut Wetu Telu ini ini percaya bahwa sangat tabu melupakan para leluhur karena akan ada bencana yang akan mereka alami seperti sakit, kematian, atau bencana alam. Sehingga hal ini mendorong mereka untuk tetap memelihara warisan leluhur, seperti rumah, tanah maupun benda pusaka lainnya. Mereka mendokumentasikan garis silsilah keluarga pada lembaran lontar dengan huruf Jawa Kuno yang hanya boleh dibaca oleh tokoh adat dan hanya dibacakan pada saat-saat tertentu.

Mereka sangat percaya adanya kehidupan lain yang menempati alam ini selain manusia. Sehingga mereka melaksanakan ritual “meminta ijin” ketika akan memanfaatkan air sungai sebagai irigasi yang biasa disebut selametan subak ataupun membangar apabila akan bercocok tanam yang bertujuan untuk meminta ijin menggunakan tempat-tempat yang diyakini dikuasai oleh makhluk lain tersebut. Upacara tersebut dilakukan di tepi sungai, secara tidak langsung adanya upacara ini berdampak positif dalam memelihara ikatan antar pengguna air sungai (subak).

Upacara –upacara yang dilakukan dalam rangka kegiatan bertani sangat banyak, mengingat 90% mata pencaharian masyarakat Bayan adalah petani. Umumnya ritual Siklus Padi (Adat Bonga Padi) dilaksanakan secara besar-besaran. Masyarakat Wetu Telu di Bayan berharap dengan melakukan ritual-ritual dalam bertani akan membawa hasil panen yang berlimpah. Pada musim bercocok tanam mereka melaksanakan ngaji makam turun bibit, pada saat panen dilakukan ngaji makam ngaturang ulak kaya. Saat melakukan pemupukan ataupun pemberantasan hama mereka melakukan ngaji makam tunas setamba. Upacara tersebut dilakukan di dalam kampu penghulu berisi ritual mengosap yaitu membersihkan makam leluhur, mas doa yaitu mengumpulkan berkah arwah leluhur, menyembek menerima berkah arwah leluhur. Selain itu secara individu mereka menyelenggarakan rowah sambi sebelum menyimpan padi dalam lumbung yang biasa disebut sambi. Upacara ini bertujuan agar padi yang mereka simpan dalam Sambi akan cukup untuk konsumsi sehari-hari. Sambi ini juga sebagai identitas sosial, dimana semakin banyak memiliki Sambi maka semakin tinggi status sosialnya.

Kepemimpinan tradisional sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Wetu Telu. Pimpinan adapt tertinggi dipegang oleh seorang Pemangku yang tinggal dalam sebuah Kampu yaitu sebuah kompleks pemukiman para tokoh adat mulai jaman dahulu. Tradisi menjaga makam leluhur dan hutan disekitar makam dilakukan seorang Perumbak. Hutan disekitar makam leluhur dianggap keramat sehingga dilarang menebang pohon, bercocok tanam maupun bertempat tinggal disana. Selain itu ada Dewan tetua yang disebut Toaq Lokaq yang terdiri dari anggota-anggota tertua komunitas desa yang sangat paham dengan nilai-nilai tradisi leluhur. Dan ada Penghulu (Kiai) yang bertugas membacakan doa dalam setiap ritual adat.

Masyarakat Wetu Telu di Bayan berpandangan bahwa nilai kultural tanah melebihi nilai ekonomisnya. Mereka benar-benar menjaga tanah situs yaitu tanah dimana semua bangunan suci berada seperti rumah pemakaman keramat, kompleks masjid kuno Wetu Telu, maupun hutan yang terdapat sumber mata air di dalamnya. Mereka melestarikan hutan karena disana terdapat mata air dan sungai kecil yang mengairi sawah-sawah. Hutan tersebut dilindungi dan dinamakan hutan tabu yang tak seorangpun berhak menebang pohon maupun mengusik satwa yang ada di dalamnya. Mereka percaya pada kebendon yaitu kutukan apabila mengusik hutan-hutan itu. Begitu pula dalam mengambil kayu di hutan untuk kepentingan adat sudah ditentukan hari baiknya. Pemotongan kayu untuk memperbaiki Masjid Adat misalnya harus dilakukan pada tahun Alip yang datangnya dalam satu windu (8 tahun) sekali.

Desember 7, 2009 Posted by | Budaya Dan Sejarah | Tinggalkan komentar

Lotim Kekurangan Air Bersih

LOMBOK TIMUR – Musim panas yang tak kunjung berakhir membuat debit air semakin berkurang, bahkan banyak titik-titik mata air yang kering termasuk di wilayah Kabupaten Lombok Timur (Lotim), sehingga tidak heran kalau ada yang menyebut, air sudah menjadi barang langka di sebagian wilayah Lotim.

Hal ini menyebabkan masyarakat mulai kesulitan untuk mendapatkan air. Misalnya saja di Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya – Lotim, masyarakatnya mulai mengeluh karena sudah kesulitan mendapatkan air. Sebagian besar air sumur yang merupakan sumber mata air untuk memenuhi kehidupan sehari-hari sudah mengering.

Hurman (39) salah seorang Kepala Dusun di Pohgading mengatakan bahwa masyarakat Pohgading khususnya yang tinggal di daerah pesisir sudah mengalami krisis air sejak bulan lalu, dan sekarang sebagian besar sumur mereka tidak sudah mongering, disebabkan oleh panas yang berkepanjangan. Untuk memenuhi kebutuhan air, masyarakat mengambil pada tetangga yang sumurnya masih berair.

Hal yang sama juga menimpa masyarakat Dusun Benyer desa Bagek Papan-Lotim, dimana sumur mereka juga sudah kering sejak bulan lalu. Bu Irma (36) menuturkan, panas tahun ini lumayan panjang dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu pada bulan oktober hujan mulai turun sedang sekarang hujan belum turun juga, jadi sumur kami juga kering. “Untuk kebutuhan air minum dan mencuci kami mengambil air di Mualan (bahasa Sasak-red) atau sumber mata air yang masih aktif di Benyer yang jaraknya sekitar 2 km”, katanya.

Permasalahan air juga dialami oleh masyarakat Pancor dimana air PDAM yang mereka konsumsi juga sudah krisis. Pada siang hari air tidak bisa naik dan pada malam harinya air bisa mengaliri bak-bak penampungan mereka, itupun airnya kecil.

H. Bukran (42), seorang warga Pancor Bermi mengatakan, sekarang kami mulai kesulitan mendapat air, dimana air PDAM yang kami gunakan sudah kecil alirannya dan untuk kebutuhan mencuci masyarakat dan anak-anak kos pergi ke sungai”.

Dari pantauan Anak-anak OASISTALA LOTIM (organisasi pencinta alam lotim) yang sudah melakukan pemetaan menunjukkan-“titik-titik mata air di lotim sudah banyak yang mengering dan titik-titik mata air besar seperti di joben, lemor, mayung putek, dan beberapa mata air lainnya sudah mengalami penurunan debit air.

Cwenk (32), kordinator divisi konservasi alam Oasistala, mengatakan “terjadinya global warming disebabkan oleh buah tangan manusia-manusia yang rakus dan tidak memikirkan keberlangsungan hidup generasinya. Ilegal loging dimana-mana, padahal kayu adalah sumber air, jadi tak heran jika pemanasan global terjadi, mata air pada mati sebab hutan kita banyak yang gundul”, Tegasnya.

Tidak cukupkah ini menjadi peringatan bagi kita, ataukah kita harus mati kekeringan karena alam yang kita siasiakan, ? Sumber mata air kini sudah banyak berubah menjadi air mata. Asri Spd

November 22, 2009 Posted by | Lintas Desa | Tinggalkan komentar

Welcome to : Emy’s cafe & Gues House

We Offer :

Lombok Tour,
Senaru Panorama Program
Equipment rental
Shuttle Bus
Money Changer
Transportation (Charter)
Fight Ticketing Resevetion
A Night Bus Ticket to : Sape & LB. Bajo
4 Days – 4 night KOMODO Trip by Boat

Rinjani Master Trekking
Trekking Organizer : Mr. Hardy Kruger
Adress : Jl. Senaru – Sindanggila Water Fall Senaru-Bayan- West Lombok – NTB, Post Code 83354

Mobil Phone: +628175750585 http://primadonalombok.blogspot.com
Email : ariprimadona@gmail.co

November 15, 2009 Posted by | Uncategorized, Wisata dan jalan-jalan | 1 Komentar

Perampokan Kembali Marak di KLU

KLU – Belakangan ini, perampokan di KLU kembali marak dan yang dijadikan sasaran adalah Lembaga Pendidikan dan perkantoran. Pada malam minggu lalu misalnya, dua lembaga pendidikan di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan SMPN 2 Bayan yang terletak di desa Akar-Akar disatroni para tamu tak di undang ini.

Menurut keterangan yang diperoleh Suara Komunitas menyebutkan, bahwa 5 buah computer milik SMK raib. Sementara di SMPN 2 Bayan berhasil digondol oleh para kawanan perampok adalah satu buah computer dan televisi 21 in.

Sedangkan pada malam kamis, (12/11) sekitar pukul 24.00 wita, rumah seorang warga (Edi) di desa Anyar Kecamatan Bayan, juga disambangi para perampok yang berjumlah lebih dari tiga orang ini. “Mereka membuka pintu yang disangka toko ini, tapi yang ada didalamnya hanya mobil dan sepeda motor saja, sehingga para perampok ini tidak berhasil mengambil apa-apa”, ungkap beberapa warga setempat.

Sementara sebelumnya UNW dan kantor Dinas Pendidikan Budaya dan Olahraga KLU juga disambangi para perampok ini dan berhasil mengambil beberapa buah computer.

Salah seorang guru menyebutkan, sekarang ini yang menjadi sasaran tamu tak di undang ini adalah perkantoran dan lembaga pendidikan, terutama yang tidak memiliki satpam atau penjaga malam. Karenanya diharapkan pihak keamanan untuk meningkatkan patroli di wilayah KLU.

November 12, 2009 Posted by | Lintas Desa, Uncategorized | Tinggalkan komentar

Cinta: Keindahan dan Perjuangan

Oleh: M. Syairi
Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri. Begitu Ibnul Qayyim mengatakan. Penjelsan cinta tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri. Membatasi kata cinta itu sendiri justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya.

Cinta selalu dipandang sebagai sebuah keindahan. Keindahan adalah bagian tak terpisahkan dari cinta. Walau demikian, menegaskan cinta adalah keindahan dalam arti seluruhnya juga tidak tepat.

Hidup tanpa cinta tidaklah indah. Perlu diingat, jika hal-hal yang indah itu bersentuhan dengan sesuatu yang haram, maka ia tidak dapat disebut lagi sebagai keindahan.

Ada sebuah ungkapan, berani mencintai maka harus berani berjuang. Cinta menuntut perjuangan, apapun yang dicintai itu. Setidaknya perjuangan itu adalah perjuangan untuk mendapatkan apa yang dicintai. ‘Pemaknaan’ ini mengacu pada konsekuensi cinta yang selalu saja butuh perjuangan.

Pada hakikatnya, itu semua (keindahan dan perjuangan) hanyalah bagian dari makna cinta. Semuanya tidak akan sesuai jika dipaksakan sebagai definisi cinta. Namun keindahan dan perjuangan setidaknya bisa dijadikan sebagai barometer untuk mengukur kesejatian cinta.

November 12, 2009 Posted by | Artikel | Tinggalkan komentar

Tata Cara Pelaksanaan Khitanan Pada Komunitas Adat “Wetu Telu” Dusun Semokan

Dua Hari Baik Untuk Khitanan Anak
Masyarakat Komunitas adat  “wetu telu”  dusun Semokan Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara merupakan komunitas yang terikat oleh norma-norma  atau hukum adat yang harus dipatuhi  dalam setiap aspek kehidupan komunitasnya, termasuk salah satu diantaranya adalah pelaksanan khitanan.

Khitanan sendiri bagi komunitas wetu telu dusun Semokan memiliki arti yang sangat penting berdasarkan adat dan budaya mereka di samping merupakan kewajiban bagi ummat Islam. Tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun sejak dari nenek moyang mereka.
Masyarakat dusun Semokan  umumnya menganut sistem budaya dan agama yang sama dengan masyarakat Bayan pada umumnya yaitu agama Islam dengan adat wetu telu, sehingga dusun Semokan merupakan bagian dari wilayah adat yang ada di Bayan. Demikian juga dalam hal mengkhitan anaknya, komunitas adat wetu telu dusun Semokan tidak jauh berbeda dengan adat dan budaya di Bayan. Dan pelaksanaan khitanan yang dilakukan oleh masyarakat  bisa dikatakan unik.

Dalam pelaksanan khitanan komunitas adat wetu telu dusun Semokan perlu mencari waktu yang baik, Dan menurut beberapa tokoh adat dusun Semokan menyebutkan bahwa waktu yang baik itu adalah pada hari senin dan kamis.
Berbeda dengan pelaksanan khitanan yang dilakukan oleh masyarakat kebanyakan di Bayan atau masyarakat lainnya yang ada di Lombok yang melakukan khitanan pada hari apapun. Namum bagi masyarakat wetu telu dusun Semokan,  khitanan harus dilakukan pada hari senin dan kamis.
Menurut Erni Budiwati (2000 : 188-189) dikalangan wetu telu Bayan, anak laki-laki dikhitan pada saat berusia antara 3 hingga 10 tahun seperti Buang Awu, Ngurisang,  mereka juga memandang khitanan sebagai symbol peng-Islaman. Seorang anak tetap Buda sampai dia dikhitan. Kedudukan Raden Penyunat/ tukang khitan seperti jabatan adat lainnya bersifat turun temurun.

Lalu mengapa khitanan harus dilakukan pada hari senin dan kamis? Menurut penuturan beberapa tokoh adat dusun Semokan, hari senin dan kamis adalah hari yang mulia, karena pada hari senin Nabi Muhammad Saw dilahirkan, sedangkan hari kamis beliau diselmatakan dari mara bahaya.
Selain itu masyarakat adat setempat juga mengakui bahwa pada hari senin Nabi Adam Alaihissalam  mulai menjalani kehidupan di syurga, sedangkan pada hari kamis Siti Hawa diciptakan untuk menemani Nabi Adam As.
Selain alasan tersebut masih ada lagi satu alasan yang mengemuka yakni dalam sejarah Nabi Muhammad Saw, pertama kali mengkhitan cucunya anak dari Sayyidina Ali, Ra pada hari senin.

Berdasarkan beberapa alasan tersebut, sehingga komunitas adat di dusun Semokan melaksanakan acara khitanan pada hari senin dan kamis, sedangkan pada hari-hari lainnya tidak diperbolehkan. Dan ini masih tetap berlaku dari generasi ke generasi.

Menurut konsep keyakinan mereka, tidak diperbolehkan hari-hari lainnya untuk mengkhitan anak, karena hari selasa hari diciptakannya api oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Hari Rabu adalah hari diciptakannya angin. Hari jum’at adalah hari yang suci sehingga tidak diperbolehkan melakukan acara khitanan pada hari itu, sebab manusia pada dasarnya adalah kotor. Sedangkan hari sabtu, hari diturunkannya segala wabah penyakit, dan hari ahad  merupakan hari diciptakannya syetan untuk menggoda umat manusia.
Dalam buku Ensklopedia Islam diceritakan pula mengenai khitanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada saat mengkhitan cucunya yaitu Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib dan Husein Bin Ali Bin Abi Thalib pada saat mereka baru berusia 7 hari yang konon dilakukan pada hari Senin (Azyumardi Azra, 2002 : 332).

Berdasarkan keterangan ini mungkin juga nenek moyang masyarakat Dusun Smokan pernah mendengar tentang riwayat tersebut sehingga mereka melaksanakan khitanan pada hari Senin dan Kamis.  Dan ini diwariskan kepada anak cucu mereka hingga sekarang. Lalu adakah pantangannya bila tidak melakukan khitanan  anka pada hari senin atau kamis?

Bagi sebagian umat Islam, menentukan hari mengkhitan anak tidak ada pantangan, semua hari baik, kecuali hari Jum’at. Berbeda dengan komunitas adat wetu telu dusun Semokan, tidak semua hari bisa digunakan dalam melakukan acara ritual khitanan sebab ada pantangan yang diyakininya, yang bila pantangan ini dilanggar, maka akan menimbulkan suatu musibah.

Menurut Amak Sirtawali tokoh adat setempat, bila komunitas adat  wetu telu dusun Semokan melakukan khitanan selain hari Senin dan Kamis, maka anggota masyrakat akan ditimpa musibah bukan hanya kelurga si anak yang dikhitan, tetapi semua anggota komunitas yang ada di dusun Semokan. Seperti penyakit dan sebagainya. Bahkan ada keyakinan anak yang dikhitan akan mengalami gangguan kesehatan (sakit)  berkepanjangan.  (Bersambung….)

November 12, 2009 Posted by | Budaya Dan Sejarah | Tinggalkan komentar

M. Ramdhani Hidayat: Kecil, Mungil Dan Lincah

Ramdhani  011

M. Ramdhani Hidayat nama yang diberikan kedua orang tuaku adalah Muhammad Ramdhani Hidayat. Aku lahir pada hari kamis, 20 September 2007 bertepatan dengan tanggal 8 Ramadhan 1427 Hijriyah pada pukul 09.00 wita.

Walaupun tubuhku kecil dan mungil, tapi aku anak yang lincah, dan baru bisa ngomong. Tapi aku enggak suka pake baju, karena panas, hi…. Aku paling takut dengan air dan senang ama tanah. Makanya setiap aku dimadikan ama bapak dan ibuku aku selalu menangis.

Tapi kalau usah selesai mandi aku kadang-kadang ketawa, karena seringkali kalau aku nangis dikatakan azan ama orang-orang sekitarku. Barangkali karena suaraku cukup nyaring kalau nangis.

Lalu kalau anda mau kenal ama aku kirim aja komenter di blog milikku yaitu primadonabayan.wordpress.com pasti aku seneng. Alamatku di Jln. Pariwisata 04 Ancak Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Email : ariprimadona@yahoo.com atau ariprimadona@gmail.com.

November 11, 2009 Posted by | Propil | Tinggalkan komentar

Menelusuri Mitos Bibi Cili Dan Patung Budha di Bayan

Mitos keberadaan Bibi Cili atau yang dikenal dengan ‘Cilinaya’ hampir ada di setiap daerah di Pulau Lombok, seperti Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat maupun di kabupaten termuda yaitu Lombok Utara, sehingga makamnya terdapat di beberapa tempat di Pulau Seribu masjid ini.

Dari mitos tersebut, wartawan Suara Komunitas menelusuri nilai sejarah yang terurai dengan mengambil teori Koentjaraningrat mitologi dan cerita-cerita rakyat yang dapat memberi indikasi fakta sejarah dari suatu suku bangsa. Dari tiori tersebut kami telusuri  fakta sejarah yang ditemukan di Bayan yaitu Patung Budha.

Patung Buda perempuan yang ditemukan di Dusun Bon Gontor Desa Senaru Kecamatan  Bayan Kabupaten Lombok Utara, bila di lihat wujudnya berasal dari Buda India dengan dengan beberapa ciri antara lain,  hidungnya yang besar  dengan telinga yang panjang. Dengan fakta tersebut,  memberikan petunjuk pada kita bahwa mitos Bibi Cili ada hubunganya dengan Budha India.

Kalau kita lihat dalam translit kitab mitos Bibi Cili dijelaskan bahwa Bibi Cili dalam sejarah dengan lambang berbentuk suatu benda yaitu patung seperti Dewa Wisnu yang pada akhirnya sebagai sebuah kenangan sejarah. Lalu apa hubungannya dengan mitos Bibi Cili  dengan Patug Budha perempuan yang ditemukan di dusun bongontor desa senaru kecamatan Bayan?

Dalam mitos Bibi Cili, akhir dari perjalanannya ingin menyelamatkan diri ketika di kejar-kejar oleh pasukan dari Bali yaitu Patih Jero Tuak untuk menaklukan kerjaan Bayan dengan melaui pelabuan Carik Desa Anyar.

Bibi Cili-pun tertangkap dan dibunuh oleh Patih Jero Tuak sebelum sampai laut. Dalam mitos tersebut muncul kerajaan Daha dan Keling  yang dalam sejarah kedua kerajaan ini  (Daha dan Keling) ada diJawa Tiwur yang menganut agama Budha. Kedua Raja ini saling bermusuhan, sehingga dalam mitos Bibi Cili di Bayan latar yang sama merupakam perlambang apa yang terjadi kerajaan Daha dan Keling di Jawa.

Dalam buku sejarah Indonesia, Marwati Jaened menjelaskan anak perempuan  dari Raja Daha penganut Budha hilang meninggalkan kraton sampai hayatnya sehingga dengan bukti yang ada menunjukan bahwa agama Budha masuk ke Lombok melalui Bayan sebagai tempat pengkadaran Dan ini didukung dengan fakta yg ada di Bon Gontor. Penyebar agama Budha ke Lombok tdak lain adalah Bibi Cili. Nama tersebut merupakan perlambang atau samaran yang dari putri raja Daha Kahuripan-Jawa Timur.

Dari hasil penelusuran Koran BERITA di masyarakat, bahwa Budha yang ada di di Tanjung Karang Panasan dan Tembanyak mengindikasikan adanya pengakuan  masyarakat tersebut bahwa nenek moyang mereka berasal dari Bayan yang dulunya menganut wetu telu sama seperti di Bayan, lalu masuk agama Budha dengan paksaan sehingga mereka menyandang Budha paksa.Baru pada tahun 1970 an masyarakat tesebut menganut agama Budha yang sempurna.

Dari uraian di atas penulis simpulkan bawa Bibi Cili yang ada dalam mtos tersebut tidak lain penganut Budha dan penyebar agama Budha di Lombok. Dan ketika kerajaan Bali menaklukan Lombok, penganut Budha di basmi sedang sebagian penganutnya menyelamatkan diri melalui pegunungan ke arah barat yang skarang ada di Tanjung dan sektarnya.

Sedang Bibi Cili meyelamatkan diri ke utara atau laut yang pada akhirya terbunuh di pesisir pantai Labuan Carik dan dimakamkan di sana berdampingan dengn makam jero tuak. Makam tersebut dikenal dengan ‘Tanjung Menangis’ dan tetap diziarahi oleh masyarakat setempat dan sekitarnya. Jadi mitos dan makam Bibi Cili itu ada di Bayan.  (Bambang Sukoco S.Pd/Ari)

November 11, 2009 Posted by | Berita Utama, Budaya Dan Sejarah | Tinggalkan komentar

Kekayaan Yang Menantang

Hanya Ujian
Dunia dan kekayaan tak ubahnya bayangan yang berpindah-pindah. Mimpi di malam hari, awan di musim kering. Segala yang ada pastilah sirna, segala yang berbau dunia akan musnah seiring termakan masa yang telah ditetapkan-Nya.

Bila tidak pandai-pandai mengatur dan membawa diri, kekayaan seringkali membawa petaka, apalagi didapat dengan jalan sikut sana sikut sini atau korupsi. Yang halal saja nanti akan diminta perhitungannya, terlebih yang haram. Pastilah menjadi sebab siksa. Bisa jadi kita yang kaya dunia akan menjadi miskin papa, kelak di hari yang tiada berfaedah lagi harta dan anak-anak bagi yang empunya.

Dunia dan kekayaan tak pernah abadi. Siapapun kita suatu waktu pastilah akan binasa. Karenanya, orang yang tertawan kemilau dunia dan gemerlap harta pastilah menangis kesudahannya.

Alangkah indahnya seorang yang mengatakan “Wahai penggila dunia yang hina, sesungguhnya dunia ini penuh kekotoran dan sarat kekumuhan. Bisa jadi dihari ini ia membuatmu ketawa. Namun, dihari esok ia akan membuatmu menangis selamanya. Oh sungguh celaka alam yang demikian adanya”.

Ya… memiliki harta yang banyak tidaklah salah. Punya uang setumpuk hingga memenuhi brankas bukan hal tercela. Namun menjadi tidak baik, jika dunia menjadi tujuan hidup. Menjadi tercela jika dunia dan harta kekayaan menjadi obsesi dalam menjalani bahtera kehidupan yang fana. Bukankah nilai dunia ini tidak melebihi dari kadar sayap seekor nyamuk?

“Seandainya dunia ini sepadan dengan syap nyamuk disisi Allah, tentulah Allah tidak akan memberi minum orang kafir walau seteguk”. (Riwayat At-Tirmizi).

Sejatinyalah Allah SWT menciptakan dunia beserta isisnya sebagai ujian dan cobaan dalam rupa taman kenikmatan. Allah SWT menjadikan kita khalifah di bumi hanya untuk ujian yang nantinya akan dilihat siapa diantara manusia yang bersyukur, dan siapa yang kufur. Apakah kita akan beribadah dengan harta kita, ataukah terlena dengan nikmat dunia dan melupakan-Nya.

Bolehlah kita berupaya meraup kekayaan. Sepanjang dijalan dan koridor yang dicanangkan. Hidup kaya lagi berkecukupan bukanlah kejelekan. Namun, satu yang perlu dicatat bahwa hakekat harta tak hanya anugrah, namun ia bisa menjadi ujian yang ‘menantang’. Menantang untuk diraih dengan jalan benar. Menantang untuk dikeluarkan di jalan yang tepat. Dan menantang untuk dimintai pertanggung jawaba oleh-Nya. Lalu siapkah kita menjawab semua tantangannya? Mudah-mudahan.

November 11, 2009 Posted by | A g a m a Islam | Tinggalkan komentar

Tiga Rumah Dilalap si Jago Merah

Sambik Elen-KLU, Sekitar pukul 14.00 Wita (selasa, 10/11) tiga rumah penduduk Dusun Lenggorong, Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dilalap Si Jago merah.

Menurut keterangan Waja (28) salah seorang korban, api berasal dari dapur rumahnya  sendiri. “Kebakaran ini terjadi karena  lupa memadamkan api di tungku setelah  masak untuk persiapan makan siang”, tutur Waja saat kami temui di TKP.

Kebakaran berlangsung kurang lebih selama dua jam dan baru pada pukul 16.17 Wita api baru bisa dipadamkan.

Kondisi cuaca yang cukup panas dan hembusan angin yang cukup keras menyebabkan api menjalar dengan cepat, sedang warga sekitar yang membantu memadamkan api kesulitan mendapatkan air, maklumlah beberapa minggu terahir Sambik Elen mengalami krisis air.sehingga dalam waktu dua jam tiga rumah dibumi hanguskan oleh Si Jago Merah.

A. Alimah Rohmah Ketua BPD Sambik Elen yang tinggalnya tidak jauh dari lokasi kebakaran  pada PRIMADONA mengatakan, pada musim panas seperti sekarang ini kebakran memang kerap kali terjadi lebih-lebih pada rumah yang masih menggunakan pagar bedek dan atap re (ilalang). “Karena itu masyarakat Lenggorong harus waspada agar kebakaran kali ini tidak terulangi lagi, apa lagi sekarang kita sedang mengalami krisis air”, harapnya.

Tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari ketiga rumah yang dilalap oleh api. Rumah tersebut ludes bersama semua barang yang ada di dalamnya, syukurnya tidak ada korban jiwa. Api dipadamkan oleh warga setelah berusaha mencari air dari bak penampungan  warga sekitar yang masih memiliki persediaan air.

Sementara camat Bayan, R. Tresnawasi, S.Sos, ketika dikonfiemasi via hp, mengaku hingga berita ini diturunkan belum menerima laporan adanya kejadian kebakaran ini. “Saya belum menerima laporan, karena saya masih mengikuti pertemuan di Mataram”, jelasnya.

Dia juga mengaku cemas, karena kebakaran yang terjadi di kecamatan Bayan berturut-turut, setelah  dua rumah dilalap si jago merah di Tanak Lilin Desa Loloan, kini disusul lagi dengan kejadian di Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen. “Saya cemas, karena sejak bulan September hingga Nopember ini belum juga turun hujan, sementara di beberapa tempat di KLU hujan sudah mulai turun”,  tambahnya.

Camat Bayan meminta kepada masyarakat agar tetap waspada pada musim kemarau sekarang ini, agar tidak terjadi kebakaran lagi di wilayah kita. “Saya berpesan kepada masyarakat supaya tetap waspada, jangan sampai sembarangan menyalakan api, agar kita terhindar dari musibah kebakaran”, pintanya.

Dari kebakaran ini Kerugian diperkirakan sekitar puluhan juta dan untuk sementara korban (keluarganya Waja, Munah, dan Gor) harus mengungsi di rumah tetangganya.

Korban berharap, pemerintah dan para relawan memberikan bantuan kepada mereka sebab semua barang yang mereka miliki ludes dilalap si jago merah. (Asri)

November 11, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kokoq Putek Primadona Baru Desa Sambik Elen

Sambik Elen-KLU, Kokok Putek (kali putih) sebagai salah satu sungai yang berada di perbatasan antara Kabupaten Lotim dengan KLU merupakan primadona baru khususnya bagi masyarakat Desa Sambik Elen.

Betapa tidak pada musim kemarau saat ini Kokok Putek merupakan salah satu tempat melaksanakan semua aktivitas mulai dari mencuci pakaian sampai memberi minum ternak sapi.

Menurut Jaelani warga Sambik Elen yang di temui di sela-sela memberi minum ternaknya mengatakan, kalau musim kemarau seperti sekarang ini kokok putek merupakan salah satu tempat yang paling di cari untuk melaksanakan semua aktivitas seperti mandi dan memberi minum ternak, sebab di desa Sambik Elen air sudah menjadi barang yang langka.

“Jadi hanya kokok putek inilah tempat satunya andalan kami setiap harinya walaupun harus berjalan 1 kilometer tetap akan kami jalani sebab tanpa air ternak kami bisa mati kehausan” ujarnya.

Memang jika dilihat dari kondisinya air di Kokok Putek ini mengalir sepanjang tahun walaupun sedang pada musim kemarau seperti sekarang ini. Selain itu konon air kokok putek ini juga dianggap mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit seperti gatal-gatal dan lain-lain.

Tapi di beberapa sudut sungai terdapat beberapa coretan-coretan yang di buat oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga mengganggu pemandangan. Padahal sungai ini sering di kunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri, walaupun mereka hanya mampir sebentar untuk sekedar memotret.

Jika saja pemerintah kedua kabupaten (Lotim dan KLU-red) mampu mengelolanya dengan baik misalnya dengan mendirikan objek wisata dengan penambahan fasilitas berugakm tentu akan dapat menambah PAD kedua kabupaten tersebut. (Andri Hadinata)

November 11, 2009 Posted by | Berita Utama | Tinggalkan komentar